Tokoh

Aditya Moha, Anggota DPR Muda Golkar yang Sarat Prestasi Tapi Kena Cokok KPK

Aditya MohaAditya Moha

KPK baru saja menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada pada Jumat (6/10/2017) malam. Seorang anggota DPR dari Fraksi Golkar terciduk dalam operasi tersebut. Dia tidak lain adalah Aditya Moha, wakil rakyat dari Sulawesi Utara.

Aditya ditangkap di Jakarta, bersama seorang hakim yang bertugas di Sulawesi Utara.

“Jumat tengah malam KPK lakukan OTT di Jakarta terkait dengan kasus hukum di Sulawesi Utara. Ada penegak hukum dan politisi yang diamankan,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kepada wartawan, Sabtu (7/10/2017).

Baca selengkapnya: Hakim dan Politikus Golkar Kena Ciduk KPK, Sejumlah Uang Asing Diamankan

Adutya Moha, atau lengkapnya Aditya Anugerah Moha, merupakan anggota DPR RI dari Partai Golkar yang saat ini menjabat untuk kedua kalinya untuk periode 2014-2019 mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara setelah memperoleh 77,264 suara.

Pada masa kerja 2014-2019 Didi bertugas di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan.

Januari 2016, ia dimutasi menjadi anggota Komisi VI DPR-RI. Sebelumnya ia menduduki jabatan sebagai DPR-RI di Komisi IX yang membidangi tenaga kerja, kependudukan dan kesehatan pada periode 2009-2014. Selain itu ia juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Suawesi Utara pada periode 2009-2014.

Aditya, yang akrab dikenal oleh pendukungnya dengan panggilan Did, merupakan putra mantan Bupati Bolang Mongondow pada tahun 2001-2011, Marliha Moha.

Aditya besar dari keluarga politik dan bakat politiknya sudah terbina sejak muda.

Pada umur 22 tahun yang relatif muda, Didi sudah terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara mewakili Partai Golkar.

Pada Pilkada 2011 Didi mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Bolaang Mongondow, didukung oleh Partai Golkar dan Demokrat . Namun berhasil dikalahkan oleh Salihi Mokodongan.

Selain itu dia juga aktif berorganisasi di organisasi sayap kepemudaan Partai Golkar, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai Ketua Bolaang Mongondow tahun 2007-2010 dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tahun 2010-2015.

Di DPR-RI Aditya dikenal aktif dan mendukung pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow dari Sulawesi Utara dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Tabungan Perumahan Rakyat dan RUU Palang Merah Indonesia.

Pria kelahiran kelahiran Kotamobagu pada tanggal 25 Januari 1982 ini merupakan sarjana kedokteran lulusan Universitas Samiratulangi sekaligus master manajemen lulusan Universitas Timbul Nusantara.

Didi merupakan seseorang yang berprestasi, dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang ia peroleh diantaranya International Best Executive Award pada tahun 2008; ASEAN Development Golden Award dari Yayasan Citra Mandiri Jakarta pada tahun 2008; Putra Kawanua Berprestasi Sulut dari Klif dan Forstu Manado tahun 2007; Man of The Year dari IHRDP tahun 2007 serta Indonesian Executive Achievment Golden Award dari Yayasan Citra Prestasi Anak Bangsa Jakarta tahun 2007.

 

close