Kriminal

Sadis! Mahasiswi Cantik Ditembak Seorang Pria di Depan Ibunya

Ilustrasi penembakan

Winda (21), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang ditembak oleh pria tak dikenal di depan rumahnya, Kamis (9/11), sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelaku langsung kabur dan Winda segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Ibu korban, Zuriah (45) menceritakan, malam itu putrinya sedang mengerjakan skripsi di rumah. Kondisi saat itu hujan lebat. Zuriah kemudian mendengar suara seseorang mengetuk-ketuk pintu pagar sambil memanggil nama Winda.

“Saya akhirnya keluar untuk melihat siapa itu,” ujar Zuriah saat melapor ke SPK Terpadu Polresta Palembang, kemarin (10/11).

Pria yang mengenakan helm dan mengendarai motor matic itu menanyakan kepada Zuriah, apakah Winda ada di rumah. Dijawabnya ada. Si Pelaku minta Winda dipanggilkan.

Begitu Winda keluar, pelaku menyodorkan map kuning. “Dia (pelaku, red) bilang, ini Win (Winda, red), tolong ditandatangani,” tutur Zuriah, menirukan ucapan pelaku.

Terbersit kecurigaan di benak Zuriah saat itu, kenapa putrinya disuruh tanda tangan malam-malam.

Dia pun sempat bertanya mengenai isi map tersebut, namun pelaku itu diam saja.

“Saya suruh Winda cek dulu isinya apa, waktu dibuka ternyata hanya berisi kertas kosong,” kenangnya.

Pada saat Winda mengecek isi map yang diberikan si pelaku itulah, pria itu kemudian mengeluarkan senjata api (senpi) jenis pistol dari balik jas hujan yang dia kenakan.

“Tembakan itu kena pinggang kanan anak saya, Pak,” katanya.

Korban pun langsung pingsan. Darah mengucur dari pinggangnya yang terluka.

“Pelakunya langsung kabur, Pak. Mau dikejar, tapi saya tidak ketemu kunci pagar rumah karena panik,” tutur Zuriah.

Zuriah langsung berteriak minta tolong sehingga warga berdatangan. Winda segera dilarikan ke RSUD Palembang Bari.

Winda dalam perawatan di RSUD Bari, Palembang. (Foto: Sumatera Ekspres)

Zuriah tidak mengenal pelaku, tapi korban sepertinya mengenali pelaku. “Kata anak saya, dia kenal pelaku, walau tidak tahu namanya,” ungkapnya.

Korban pernah bertemu dengan pelaku, tapi tidak pernah cerita pada ibunya jika seandainya ada masalah. Sementara itu sempat dirawat di RSUD Palembang Bari, siang kemarin, korban dirujuk ke RSMH Palembang.

Terkait kasus penembakan mahasiswi itu, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB, mengatakan anggotanya sudah memeriksa saksi-saksi. Hanya saja untuk identitas pelaku dan motifnya, Wahyu menyebut masih dalam penyelidikan.

“Segala kemungkinan bisa terjadi, dan biarlah ini berproses,” katanya. Dari kasus itu, polisi mengamankan barang bukti berupa map kuning kosong yang diberikan pelaku pada korban. Soal senpinya, polisi belum tahu rakitan atau organik, karena pelakunya belum tertangkap.

close