GayaKontroversi

Laah…Alexis Ditutup, Malah Beredar Daftar Panti Pijat Lain Plus Tarifnya

Ilustrasi: viva.co.id

Penutupan Hotel Alexis karena diduga ada praktik prostitusi menimbulkan pertanyaan: Mengapa tidak semua panti pijat ditutup?

Pertanyaan tersebut diungkapkan salah satunya oleh Wakil Ketua Umum DPP PPP Humphrey. “Harusnya semua panti pijat di Jakarta ditutup. Jangan diskriminasi,” katanya.

Hal paling umum di Indonesia, jika ada satu pelanggar hukum ditindak, pelanggar hukum lainnya langsung tertib. Jika Alexis ditutup, maka Panti Pijat lain langsung ‘tiarap’.

Selain di Hotel Alexis, banyak panti pijat bertebaran di Jakarta. Bahkan penyebarannya pun secara terang-terangan. Ada yang lewat brosur di sejumlah persimpangan di jalanan Ibu Kota.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada lebih dari 100 Panti Pijat yang tersebar di hotel-hotel, baik berbintang maupun kelas melati di Jakarta. Ada juga yang menyatu dengan diskotik. Dan, banyak juga di rumah-rumah.

Hampir semua Panti Pijat tersebut diberi nama. Tentu supaya lebih mudah dikenal pelanggannya. Berikut ini nama-namanya:

Wilayah Jakarta Selatan:

  • Puspa Indah, tarif Rp 75.000 per jam.
  • Sari Mustika 1 dan 2, masing-masing Rp 50.000 per jam.
  • Mawar Rp 45.000 per jam
  • Maribaya Rp 100.000 per jam
  • Wilayah Jakarta Barat namanya keren-keren:
  • Liberty Rp 200.000 per dua jam.
  • Kimochi Rp 100.000 per jam.
  • Kartika Rp 100.000 per jam
  • Medika Rp 50.000 per jam.
  • Widia Rp 50.000 per jam.
  • Citra Rp 150.000 per jam
  • Sedap Malam Rp 100.000 per jam.
  • Hot Pant Rp 50.000 per jam.
  • Tiara Ceria Rp 100.000 per jam
  • Atlanta Rp 100.000 per jam.
  • Paripurna Rp 50.000 per jam.
  • Joker Rp 100.000 per jam.
  • Bintang Mawar Rp 150.000 per jam.

Wilayah Jakarta Pusat:

  • Nirwana Rp 200.000 per jam.
  • Sumber Waras 1 dan 2 masing-masing Rp 150.000 per jam.

Itu belum termasuk yang ditawarkan terselubung di hotel-hotel. Juga belum termasuk di pusat kebugaran, serta salon-salon.