Peristiwa

Garuda Indonesia Tanggapi Video Viral Pilotnya yang Tolak Diperiksa Petugas Bea Cukai Bandara

Beberapa hari terakhir viral sebuah video yang memperlihatkan percakapan seorang pilot maskapai Garuda Indonesia dengan petugas bea cukai Bandara International Silangit, Sumatera Utara.

Percakapan dilakukan di dalam kabin pesawat. Dalam video tersebut, si pilot tampak keberatan karena pemeriksaan yang dilakukan pihak bea cukai bandara, dengan alasan mengganggu jadwal penerbangan.

Namun, petugas bea cukai bandara tidak lantas pergi begitu saja. Hingga akhirnya terjadi perdebatan antara pilot dan pihak otoritas.

Selain itu, pernyataan pilot tersebut dianggap rasis karena menyinggung etnis tertentu.

Video yang berdurasi 2 menit 18 detik itu diunggah pertama kali oleh akun @sugi_0706. Dia menuliskan: “how about this @IndonesiaGaruda racism on your airplane? I belive this is one of your Pilot!

Berikut videonya:

Tanggapan pihak Garuda Indonesia

Management PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pun angkat bicara terkait peristiwa tersebut. Pihaknya mengaku telah melihat rekaman video itu.

Pelaksana harian Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono mengatakan, bahwa Garuda Indonesia sangat menyesalkan perilaku dan pernyataan Pilot tersebut.

“Meskipun Pilot (akhirnya) memberikan izin petugas bea cukai melakukan pemeriksaan di dalam pesawat namun pernyataan dan sikap pilot sangat disayangkan,” ujar Hengki kepada Kompas.com, Minggu (19/11/2017)malam.

Menurut Hengki, Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional Indonesia, menghormati seluruh stakeholders dan institusi yang menjadi mitra kerja baik secara langsung maupun tidak langsung dan menghormati prosedur kerja masing-masing petugas yang sedang menjalankan tugasnya.

Garuda Indonesia telah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan menjelaskan kesalapahaman yang terjadi dan tidak menoleransi sikap dan pernyataan pilot tersebut sehinga permasalahan sudah dapat dipahami bersama.

“Direksi Garuda Indonesia juga sudah menyampaikan secara langsung permohonan maaf kepada Direksi maskapai yang disebut dan permasalahan sudah diselesaikan dengan baik,” tutur Hengki.

Garuda Indonesia juga sudah melakukan investigasi internal terhadap pilot yang bersangkutan dan pilot tersebut sudah diberikan sanksi tegas sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Adapun kronologi kejadian, pada saat itu pesawat dengan nomor penerbangan GA8510 SIN-DTB baru mendarat di Silangit. Setelah penumpang turun, kemudian naik petugas bea cukai yang akan memeriksa pesawat dan tas crew.

Pilot menolak diperiksa karena merasa selama ini belum pernah ada pemeriksaan di dalam pesawat. Kemungkinan juga pilot belum mengetahui bahwa sesuai SOP petugas bea cukai berhak masuk ke dalam pesawat.

Pada saat pilot menolak, terucap kata-kata yang bernada menyinggung etnis tertentu dan maskapai tertentu. Menurut pengakuan pilot yang bersangkutan dalam keadaan emosi sehingga tidak dapat mengontrol ucapannya.