Peristiwa

Keras! Begini Gaya Gibran Semprot Netizen yang Suka Komentar “Nyinyir”

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Anak sulung presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, ketahuan menegur warganet yang berkomentar sinis terhadap dirinya dan adiknya, Kaesang Pangarep.

Berawal ketika Kaesang mempromosikan bisnis terbaru mereka, boardgames, yang diberi label HOMPIPA Games.

HOMPIMPA Games adalah BoardGames Publisher dari kota Solo yang diciptakan oleh Kang Emji.

HOMPIMPA Games ini bahkan sudah mencatatkan prestasi sebgai salah satu publisher asal Indonesia yang diikutkan dalam pameran BoardGames Essen SPIEL di Jerman pada 26-29 Oktober 2017 lalu.

Lain daripada yang lain, boardgames ini mengangkat nilai-nilai budaya tanah air, juga isu-isu kekinian.

Untuk memperkenalkan produknya ke publik, Kaesang dan Gibran mempromosikan games tersebut melalui media sosial Twitter dan Instagram.

Meskipun banyak yang merespons positif, tapi sayang, ada juga respons negatif yang muncul dari warganet atas produk tersebut.

Kepada warganet yang berkomentar sinis tersebut, Kaesang pun kemudian mencoba menjelaskan lebih detail menganai produk yang sedang mereka promosikan itu.

Tak hanya Kaesang, Gibran juga menanggapi komentar pedas warganet tersebut melalui akun Instagram, Minggu (19/11/2017).

Anak sulung presiden Joko Widodo tersebut mengunggah ulang pesan Twitter Kaesang di akunnya dengan keterangan yang cukup panjang.

Sama halnya Kaesang, Gibran juga menjelaskan beberapa produknya.

Dan di bagian akhir penjelasan, Gibran menuliskan pernyataan yang cukup pedas.

Instagram.com/chillipari

“Terima kasih untuk masukannya. Perlu klarifikasi sedikit.

Games yg kami buat adalah games yg sangat menonjolkan budaya indonesia dan issues yg sangat relevan dgn keadaan sekarang.

Game anak rimba mengajarkan kita tentang anak suku dalam dan kelestarian alam.

The art of batik adalah game tentang proses pembuatan batik.

Acaraki adalah game tentang peramu jamu di jaman majapahit.

Sengal Senggol Gang Damai adalah game yg mengajarkan toleransi dan hidup bermasyarakat.

Math Cat mengajak bermain dan belajar matematika dengan kucing2 lucu.

Di postingan sebelumnya juga saya jelaskan bahwa KPK juga menggunakan board games sebagai sarana untuk pendidikan korupsi.

Lu pikir KPK bikin games buat hura2? Benci boleh, guoblok jangan,” tulis Gibran dalam unggahan Instagramnya.

Berbagai komentar netizenpun sontak memenuhi unggahan pemilik bisnis kuliner ini.